Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Do'a tolak bala

02:07 0



seperti yang diketahui, saat ini dunia dilanda bala yang besar khususnya Indonesia. Masalah virus Coroona atau covid-19 belum selesai, kini terjadi lagi suatu bencana gempa bumi di Sulawesi Barat tepatnya di Majene. Gempa tersebut berkekuatan 6,2 manigtudo yang menyebabkan banyak korban dan rumah serta bangunan bahkan kantor gubernur ikut runtuh.
Nabi Muhammad Shallahu 'alaihi wasallam mengajarkan ummat-ummatnya untuk memperbanyak membaca do'a saat melihat bahkan bertemu dengan orang yang tertimpa musibah atau bala. Adapun doa yang dibaca saat ada bala adalah sebagai berikut:


Artinya: “Ya Allah, hindarkanlah dari kami kekurangan pangan, cobaan hidup, penyakit-penyakit, wabah, perbuatan-perbuatan keji dan munkar, ancaman-ancaman yang beraneka ragam, paceklik-paceklik dan segala ujian, yang lahir maupun batin dari negeri kami ini pada khususnya dan dari seluruh negeri kaum muslimin pada umumnya, karena sesungguhnya engkau atas segala sesuatu adalah kuasa.”

Artinya: Dan Katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS. Al-Israa’ [17] : 81).

.

Artinya: Tidak ada Tuhan selain engkau. Maha suci engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. (QS. Al-Anbiyaa’ [21] : 87).




Siksa bagi orang yang meninggalkan shalat

09:52 0

Bagi orang yang meninggalkan dan meringankan sembahyang maka disiksa akannya oleh Allah Swt dengan 15 (lima belas) siksa secara keseluruhan yaitu:

1. 6 Siksa dalam dunia
Di dunia azab atau siksa yang diturunkan memiliki berbagai bentuknya. Azab siksa berupa kehinaan, wabah penyakit, gempa yang kuat, angin topan, banjir, petir, kebakaran besar dan sebagainya. Sebagaimana dalam Al-Qur’an Allah berfiman:
Azab adalah siksa Allah SWT yang ditimpakan kepada siapa saja yang Ia kehendaki (QS al Baqarah [2]: 284).
Ada 6 (enam) siksa dunia yang diturunkan oleh Allah kepada hamba-Nya akibat meninggalkan atau meringankan Shalat yaitu: 1) dihilangkan berkat umurnya, 2) dihilangkan rezekinya, 3) dihilangkan tanda sekalian orang shaleh pada mukanya dari cahaya, 4) tiada baginya dalam Islam, 5) amal kebajikannya tidak diberi pahala, dan 6) tiada diangkat doanya ke langit.

2. 3 Siksa pada waktu matinya
Pada dasarnya setiap manusia pasti akan merasakan mati, Kematian merupakan satu kepastian yang akan dialami mahkluk bernyawa. Tidak ada yang bisa bersembunyi dari takdir Allah yang satu ini, sebab kematian menjadi sebuah takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Adapun 3 siksa pada waktu matinya hamba dengan sebab akibat meninggalkan shalat atau meringankannya yaitu: 1) mati dalam keadaan hina, 2) mati dalam keadaan lapar dan 3) mati dalam keadaan haus.

3. 3 Siksa dalam kubur
Malam itulah malam pertama ia berada dalam alam kubur, sendiri dikecam oleh kesunyian, tanpa anak dan isteri/suami juga sahabat karib yang ada hanyalah amal. inilah malam pertama anak kita menjadi yatim, dan isteri/suami kita menjadi janda/duda. malam pertama yang menggusur dari tempat tidur yang empuk menuju dinginnya tanah berselimutkan kafan. Inilah malam yang mengusir kita dari rumah mewah dan megah menempati liang lahad yang gelap dan sempit kelmarin malam kita masih berpesta, makan dan minum bersama sahabat karib, tiba-tiba kita masuk pada malam pertama dimana kita menjadi santapan cacing tanah dan serangga. 3 siksa dalam kuburnya orang yang meninggalkan shalat atau meringankannya yaitu: 1) disempitkan kuburnya, 2) digelapkan kuburnya dan 3) disiksa hngga hari kiamat.

Baca juga : Keluarkan aku dari aku

4. 3 Siksa disaat berjumpa dengan Tuhannya
1) Apabila pecahlah sekalian langit, maka ditagih satu malaikat yang menyisa dan pada tangannya rantai yang panjangnya 70 hasta, maka diletakkan ditengkuk malaikat, maka dimasukkan rantai dalam mulutnya dan dan dikeluarkan dari kuburnya.
Jikalau ada 4 cinc disebutin dari rantai yang telah disebutkan.
2) Allah tidak akan memlihatnya dengan rasa kasihan dan rahmat.
3) Tiada ampunan baginya dan akan disiksa dengan siksa yang pedih

Baca juga: Apa itu sifat Husnul khuluq?

Selain yang telah disebutkan di atas, orang yang meninggalkan shalat dalam dunia, di dunia dan akhirat kelak mukanya akan hitam.





Jalaluddin al-Mahally dan Jalaluddin As-Suyuthi; Dua Jalal Pengarang KitabTafsir Jalalain

02:10 0


Siapa yang tidak kenal dengan kitab Tafsir Jalalain? Setiap pengkaji tafsir Al-Quran pasti mengenal kitab tafsir ringkas yg disusun dua ulama ilmu tafsir, Jalaluddin Al-Mahalli & Jalaluddin As-Suyuti. Jalaluddin, yang berarti orang yg mengagungkan kepercayaan , merupakan gelar yg diberikan pada seorang ulama yang dianggap sangat pakar pada bebarapa ranah ilmu. Dalam khazanah tasawuf, misalnya, nama Jalaluddin dinisbatkan kepada sufi akbar Maulana Muhammad bin Muhammad Al-Qunuwi Al-Balkhi Ar-Rumi alias Jalaluddin Rumi.
Tafsir Jalalain merupakan satu dari satu sekian kitab tafsir hasil karya tulis ulama terdahulu yang masih populer hingga kini. Kitab tafsir ini tergolong ke dalam kitab   tafsir yg pembahasannya menjurus pada penganalisaan segi susunan kalimat, asal-usul kata-ucapnya, dan segi bacaannya. Atau dengan kata lain ia merupakan buku tafsir yang menonjolkan segi pembahasan ilmu Nahwu, sharaf, & qira'ahnya. Hal ini lantaran al-Qur'an diturunkan menggunakan menggunakan bahasa Arab sebagai akibatnya buat memahaminya menggunakan pemahaman yang benar, orang dituntut terlebih dahulu buat memahami faktor-faktor di atas menjadi modal dasarnya. Oleh karena itu Kitab Tafsir Jalalain ini sangat cocok buat para pemula yang ingin mendalami tafsir al-Qur'an.
Karena disusun oleh dua Jalaluddin itulah buku tafsir berusia empat abad yg sebagai kitab yang wajib dipelajari di setiap pesantren ini dinamakan Tafsir Jalalain, Tafsir Dua Jalal.
Apabila ditilik berdasarkan contoh penafsiran, Tafsir Jalalain cenderung menonjolkan analisis kebahasaan atau nahwu dan sharaf, menurut sisi susunan kalimat & asal-usul kata, serta analisis tajwid & qiraah atau tata cara membaca Al-Quran. Terkait dengan Al-Quran, penguasaan ilmu-ilmu tersebut merupakan prasyarat mutlak buat mampu membaca dan memahami Al-Quran menggunakan benar.
Kitab tafsir ini terdiri atas dua jilid, masing-masing ditulis oleh seseorang ulama. Mulai menurut surah al-Baqarah hingga akhir surat al-Isra' ditulis oleh Jalaluddin as-Suyuthi, sedangkan mulai berdasarkan surat al-Kahfi sampai surat an-Naas ditulis sang Jalaluddin al-Mahally, demikian juga surah al-Fatihah. Oleh karena itu kitab   ini dinamakan Kitab Tafsir Jalalain karena ditulis oleh dua orang yang nama depannya sama-sama "Jalaluddin."

1. Biografi Jalaluddin Al-Mahally
Nama aslinya artinya Muhammad ibnu Ahmad ibnu Muhammad ibnu Ibrahim al-Mahalli Asy-Syafi'i, dilahirkan di Mesir  dalam tahun 791 Hijriyah, & wafat pada permulaan 864 Hijriyyah.
Beliau merupakan seseorang yg benar-benarmenekuni banyak sekali ilmu agama, antara lain fiqih, tauhid, ushul fiqh, nahwu, sharaf dan mantiq. Ia berguru pada al-Badr Mahmud al-Aqsara'i, al-Burhan aal-Bajuri, Asy-Syams al-Basati, Al-A'la al-Bukhari dan lain-lainnya. Di masanya dia adalah seorang 'alamah terkemuka, terkenal pintar dalam pemahaman perkara-kasus kepercayaan , sehingga sebagian orang menyebutnya seseorang yg mempunyai pemahaman yg brillian melebihi kecemerlangan berlian. Namun dia sendiri mengungkapkan bahwa dirinya tidak sanggup untuk banyak menghafal, & sesungguhnya pemahaman yg dimilikinya tidak mau mendapat kekeliruan. Ia juga terkenal seorang ulama yg saleh & wara', konsisten kepada pemahaman salaf, & tidak pernah berhenti menurut aktivitas ber-amar ma'ruf nahi munkar, meskipun menerima cacian orang dalam membela masalah yang haq. 
Dalam menghadapi para pembedar & penguasa yang dzalim, dia selalu berpegang teguh pada kebenaran. Mereka tak jarang tiba mengunjunginya, tetapi ia nir terpengaruh sang mereka, bahkan mereka tidak diperkenankan masuk menemuinya. Pernah ditawarkan kepadanya jabatan qadi terbesar pada negerinya, namun dia tidak mau menerimanya. Dia lebih suka  memegang majelis tadris fiqih pada al-Muayyidiyah dan al-Darquqiyyah.
Kitab yg ditulisnya sebagai pusat perhatian banyak orang & dijadikannya menjadi pengangan mereka dalam belajar. Kelebihannya adalah gaya bahasanya sangat ringkas, data-datanya lengkap dan terseleksi, ungkapannya fasih, uraiannya & solusinya sangat kentara. Diantara karya tulisnya merupakan Syarah Jam'ul Jawami' fil Usul, Syarah al-Minjah (Tentang fiqih Syafi'i) & Syarah al-Waraqat (mengenai ushul fikih); karya lainnya adalah tafsir ini.

2. Biografi Jalaluddin As-Suyuthi
Nama aslinya artinya Abul Fadl alias Abdurrahman ibnu Abu Bakar ibnu Muhammad as-Suyuthi, lahir pada bulan Rajab tahun 848 Hijriyah, wafat malam Jum'at tanggal 19 bulan Jumadil Ula tahun 911 Hijriyah. Ia seseorang hafidz hadits, musnid, muhaqiq, & sudah hafal al-Qur'an weaktu berusia 8 tahun, dan sudah banyak menghafal kitab karya para ulama pada masanya. Orang tuanya meninggal semasa dia berusia 5 tahun, lalu pengasuhannya diwasiatkan kepada sejumlah ulama, diantaranya al-Kamal ibnul Hammam. Ia belajar dari sekian pengajar; berdasarkan perhitungan muridnya yg bernama ad-Daudhi, pengajar dia ada 51 orang,  hasil karyanya lebih dari 500 buah. Ia juga seseorang yang piawai pada kecepatan berdasarkan ad-Daudi pada satu hari pernah dia sanggup menulis sebanyak tiga fel karya tulis.

Dalam edisi terjemahan Bahasa Indonesia, Kitab tafsir ini diproduksi dalam aneka macam jilid dan tata letak yg bervariasi. Misalnya contoh lama   terdiri menurut 4 juz yg juz akhirnya memuat nasikh-mansukh disertai asbaabun-nuzul, model terkini sudah lebih simpel menggunakan 2 buku tetapi isi & tambahannya sama persis, bentuk lebih lebar & tebal, sampulnya seperti gambar pada atas.

keutamaan puasa dibulan muharam

00:08 0


Dalam kitab I‘anatut Thalibin, salah satu kitab yang banyak digunakan dalam mazhab Asy Syafi‘iyyah, pada jilid 2 hal 267, disebutkan bahwa memang banyak amal-amal yang sering dilakukan pada momentum bulan Muharram.
An-Nawawi- mengutip nazham yang disusun anonim (tanpa nama pengarang) berkaitan dengan amalan di bulan Muharram itu yaitu:

صُم صلِّ صِلْ ثم اغتسل رأس اليتم امسح تصدق واكتحل

وسع على العيال قلم ظفر وسورة الإخلاص قل ألفا تصل

Puasalah, Shalatlah, Silaturrahim-lah, mandilah (sunnah) kepala anak yatim usaplah, bersedekahlah dan pakailah celak mata.

Luaskan belanja, potonglah kuku, kunjungi ulama, tengoklah orang sakit, bacalah surat Ihklas 1000 kali.
Namun penyusun kitab ini mengatakan bahwa hanya dua saja yang memiliki dasar kuat yaitu sunah puasa dan meluaskan belanja. Sedangkan selebihnya kebanyakan haditsnya dahif dan sebagian lagi mungkar maudhu‘.
puasa sunah yaitu pada hari kesepuluh dan kesembilan di bulan itu. Sering juga disebut dengan ‘Asyuro dan Tasu‘a. Banyak sekali dalil yang menerangkan hal ini, antara lain:
Baca juga : Renungan bulan Muharam
Dari Abu Hurairoh RA ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Shaum yang paling utama setelah shaum Ramadhan adalah shaum dibulan Alloh Muharram. Dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam” (HR Muslim 1162)

Dari Humaid bin Abdir Rahman, ia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan RA berkata: “Wahai penduduk Madinah, di mana ulama kalian? Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Ini hari Assyura, dan Alloh tidak mewajibkan shaum kepada kalian di hari itu, sedangkan saya shaum, maka siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka hendaklah ia berbuka” (HR Bukhari 2003)

Rasulullah SAW bersabda: “Shaumlah kalian pada hari ‘Assyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Shaumlah kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya” (HR Ath-Thahawy dan Al-Baihaqy serta Ibnu Khuzaimah 2095)
Amalna-amalan sunnah pada bulan muharan
Pari hari asyura, sunah membaca kalimat diatas 70 X, InsyaAllah dipelihara dari segala keburukan dalam tahun ini.
Adapun faedah berpuasa pada 10 muharam adalah:
a. Diampuni dosanya selama setahun sebelumnya
b. Sama dg org yg tdk mengerjakan maksiyat sama sekali
c. Sama seperti berpuasa satu tahun lamanya

Baca juga : Keutamaan puasa sunat tarwiyah dan arafah

Habib Umar Bin Hafidz, Ulama terkemuka akan datang ke Indonesia

06:47 0


Ulama besar terkemuka yaitu Al Habib Umar bin Hafidz bin Syech Abu Bakar bin Salim. beliau habib Umar bin hafidz adalah ulama yang berakidahkan Ahlussunnah wal jamaah. beliau dilahirkan di Tarim, Hadraumut, Yaman pada 4 muharram 1383 atau bertepatan dengan 27 mei 1963. beliau lahir dalam lingkunagn yang dipenuhi denganilmu, ayahnya adalah seorang dai yang selalu menegakkan dan menyebarkan agama islam, begitu pula dengan kakek beliau yang dikenal alim dan soleh, tempat tinggalnya pun di tarim, hadraumut yang dikenal dengan sebutan kota seribu wali karena banyaknya ulama besar yang lahir dan tingga di tarim. sehingga semuanya benar benar menunjang dan mengkondisikan Habib Umar bin hafidz dalam mencapai tingkat keilmuan dan derajat yang tinggi.
yaitu Al Habib Umar bin Hafidz bin Syech Abu Bakar bin Salim. beliau habib Umar bin hafidz adalah ulama yang berakidahkan Ahlussunnah wal jamaah. beliau dilahirkan di tarim, hadraumut, yaman pada 4 muharram 1383 atau bertepatan dengan 27 mei 1963. beliau lahir dalam lingkunagn yang dipenuhi denganilmu, ayahnya adalah seorang dai yang selalu menegakkan dan menyebarkan agama islam, begitu pula dengan kakek beliau yang dikenal alim dan soleh, tempat tinggalnya pun di tarim, hadraumut yang dikenal dengan sebutan kota seribu wali karena banyaknya ulama besar yang lahir dan tingga di tarim. sehingga semuanya benar benar menunjang dan mengkondisikan Habib Umar bin hafidz dalam mencapai tingkat keilmuan dan derajat yang tinggi.

Source: http://www.fiqihmuslim.com/2016/01/profil-biografi-habib-umar-bin-hafidz.html
yaitu Al Habib Umar bin Hafidz bin Syech Abu Bakar bin Salim. beliau habib Umar bin hafidz adalah ulama yang berakidahkan Ahlussunnah wal jamaah. beliau dilahirkan di tarim, hadraumut, yaman pada 4 muharram 1383 atau bertepatan dengan 27 mei 1963. beliau lahir dalam lingkunagn yang dipenuhi denganilmu, ayahnya adalah seorang dai yang selalu menegakkan dan menyebarkan agama islam, begitu pula dengan kakek beliau yang dikenal alim dan soleh, tempat tinggalnya pun di tarim, hadraumut yang dikenal dengan sebutan kota seribu wali karena banyaknya ulama besar yang lahir dan tingga di tarim. sehingga semuanya benar benar menunjang dan mengkondisikan Habib Umar bin hafidz dalam mencapai tingkat keilmuan dan derajat yang tinggi.

Source: http://www.fiqihmuslim.com/2016/01/profil-biografi-habib-umar-bin-hafidz.html
Seperti dilansir dari Jakarta, Nabawi TV, Ulama terkemuka asal Hadramaut ini yaitu Habib Umar Bin Hafidz direncanakan akan mengunjungi Indonesia dalam rangkaian perjalanan dakwah. Kunjungan  kali ini, tergolong kunjungan terlama selama Habib Umar bertandang ke Indonesia, yaitu kurang lebih sepuluh hari mulai dari 13 Oktober 2017 hingga 22 Oktober 2017.


Diinformasikan oleh Ketua Majelis Muwashola Indonesia, Habib Hamid Alqadrie kepada Nabawi TV, kedatangan  Habib Umar Bin Hafidz membawa misi dakwah yang sejuk dan moderat.
“Tema kunjungan beliau kali ini antara lain terkait dengan situasi dan persoalan yang dihadapi oleh umat Islam di Indonesia, seperti radikalisasi, serta membawa pesan damai yang mengajak umat Islam untuk kembali ke jalan Allah SWT seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” ujarnya, Senin (18/09), di Jakarta.
Menurut Habib Hamid, kunjungan kali ini akan terasa berbeda, sebab Habib Umar juga akan mengunjungi Ambon, Maluku, selama tiga hari dan akan mengadakan serangkaian kegiatan, “Diantaranya, kegiatan dialog antar umat beragama di Ambon yang rencananya akan diikuti oleh pemuka agama lain,” tambah Habib Hamid.
Sebelum ke Ambon, Habib Umar akan mengadakan kegiatan di Jakarta, antara lain, Rauhah, Haul Syeikh Abu Bakar Bin Salim, serta serangkaian pertemuan dengan ulama Tanah Air di sebuah hotel di Jakarta. Rencananya, beliau juga akan mengisi dakwah di Ponpes Alfachriyah, Ciputat, pimpinan Habib Jindan.

 Baca juga    :  Tujuh mahkota dunia akhirat 

Habib Umar Bin Hafidz selain dikenal sebagai ulama terkemuka, memang memiliki kedekatan emosional dengan Indonesia. Beliau merupakan guru dari Alm. Habib Munzir Almusawa pendiri Majelis Rasullulah yang diketahui memiliki jumlah jamaah hingga jutaan orang. Beliau juga guru dari Habib Jindan, yang tak lain cucu dari Habib Salin Bin Jindan, Singa Podium dari Betawi yang aktif berdakwah pada masa pendudukan Belanda.
Awal kedatangan Habib Umar ke Indonesia adalah pada tahun 1994. Dia diutus oleh Al Habib Abdul Qadir Bin Ahmad Assegaf yang berada di  Jeddah, untuk mengingatkan dan menggugah ghirah (semangat atau rasa kepedulian) para Alawiyyin Indonesia, disebabkan sebelumnya ada keluhan dari Habib Anis bin Alwi al-Habsyi seorang ulama dan tokohasal Kota Solo/ Kota Surakarta, Jawa Tengah tentang keadaan para Alawiyyin di Indonesia yang mulai jauh dan lupa akan nilai-nilai ajaran para leluhurnya.
Habib Umar sendiri dikenal sebagai pendakwah ulung yang aktif dan senantiasa menghabiskan seluruh hidupnya untuk berdakwah di jalan ALLAH SWT.

Source: http://www.fiqihmuslim.com/2016/01/profil-biografi-habib-umar-bin-hafidz.html
Habib Umar sendiri dikenal sebagai pendakwah ulung yang aktif dan senantiasa menghabiskan seluruh hidupnya untuk berdakwah di jalan Allah SWT.
Habib Umar sendiri dikenal sebagai pendakwah ulung yang aktif dan senantiasa menghabiskan seluruh hidupnya untuk berdakwah di jalan ALLAH SWT.

Source: http://www.fiqihmuslim.com/2016/01/profil-biografi-habib-umar-bin-hafidz.html
Dakwahnya juga sangat dirasakan kesejukannya dan disambut dengan hangat oleh umat Islam di Indonesia]. Masyarakat menyambutnya dengan sangat antusias dan hangat, mengingat bahwa kakeknya yang kedua, Al-Habib Hafidz bin Abdullah bin Syekh Abubakar bin Salim, berasal dari Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Dakwahnya yang sangat indah dan sejuk itu yang bersumber dan sang kakek Nabi Muhammad saw, sangatlah diterima oleh berbagai kalangan, baik pemerintah maupun rakyat, kaya ataupun miskin, tua ataupun muda.
Di Indonesia al-Habib Umar sudah beberapa kali membuat kerjasama dengan pihak bahkan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Ditjen Kelembagaan Keagamaan Kementerian Agama Indonesia meminta pembuatan kerjasama dengan al-Habib Umar dan Darul Mustafa untuk pengiriman Sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya para kiai, pimpinan pondok pesantren, untuk mengikuti program pesantren kilat selama tiga bulan di bawah bimbingan langsung beliau.