Di
dalam kehidupan seseorang tidaklah sempurna. Seperti dalil yang menerangkan
bahwa “manusia tidak luput dari salah dan lupa”. Sepintar apapun kita, sebaik apapun kita, tak akan pernah luput dari dosa
lahiriah dan batiniah. Secara batiniah manusia memiliki penyakit hati antara lain: riya’,
dengki, berbicara berlebihan, cinta dunia, sombong, bangga diri.
Penyakit
hati adalah perasaan tidak enak yang muncul di dalam diri manusia sehingga
menyebabkan hatinya menjadi terasa tidak tenang, gelisah dan waswas.
1. Riya
Riya’ adalah
memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada orang lain, dengan harapan mendapat pujian atas
kebaikan yang dia lakukan.
Sebagaimana ulama mengatakan:
ÙˆَالرِّÙŠَاءُ
Ø¥ِÙŠْÙ‚َاعُ الْÙ‚ُرْبَØ©ِ Ù„ِÙ‚َصْدِ النَّاسِ
“Riya’ adalah melakukan ibadah
karena mengharap arah kepada manusia supaya mendapat keuntungan darinya (pujian dan penghormatan)”.
Menurut Imam Ali bin Abi
Thalib, ada empat tanda orang yang riya’. Yakni: Malas beramal atau beribadah
jika sedang sendirian, Sebaliknya, di depan orang banyak atau orang
lain, dia akan rajin beramal atau beribadah, Jika dipuji, semakin banyak amal yang di
lakukannya dan Jika tak ada yang memujinya, berkuranglah amalnya alias tak mau beramal
lagi.
2. Dengki
Hasud adalah iri dengki, adapun secara istilah yaitu mengharapkan
hilangnya kenikmatan yang dimiliki orang lain baik dalam ilmu, harta benda
ataupun ibadah, serta hal-hal lain yang membawa kebahagiaan pada orang yang
tersebut.
Dengki sangatlah
berbahaya, adapun kedengkian membuat hati manusia menjadi lebih banyak diliputi
prasangka dan mencari celah kesalahan orang lain, sehingga hidupnya pun selalu
di warnai dengan pikira-pikiran yang buruk.
Adapun ciri-ciri orang
yang pendengki sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 118-120
adalah: Suka membuat kemudharatan/ kesusahan pada teman atau rekannya sendiri, Ketika
bertemu rekannya, dia berpura-pura mendukung . Sedangkan saat di belakang, dia
menohok rekan kerjanya. dan Mengharapkan hilangnya nikmat harta, llmu,
kehormatan, kedudukan, kebahagiaan dan sebagainya dari orang lain agar
berpindah kepadanya.
3. Bangga diri dan ujub
Bangga Diri atau ujub itu tidak dilarang, namun jika berlebihan kita harus
waspada dan berhati-hati karena hawa nafsu kita lebih leluasa masuk dan
memodifikasi rasa bangga tadi bercampur menjadi rasa sombong.
Misal seorang mahasiswa berhasil meraih
nilai cemerlang pada saat kelulusanya dengan predikat cumlaude, kemudian dia
berbangga diri. Hawa nafsu menyusup lewat berbagai pujian yang disampaikan dari
teman-temannya.
4. Dendam
Dendam adalah menyimpan permusuhan di dalam hati dan menunggukesempatan untuk melepaskannya.
Dendam diawali rasa marah, marah yang berkelanjutan membuat
seseorang ingin membuat orang lain menderita seperti dirinya bahkan lebih dari
itu.
Untuk mengatasi penyakit hati,
adalah dengan keikhlasan. Orang yang ikhlas dan menerima keadaan dengan apa
adanya, hidupnya akan diliputi ketenangan. Mengerjakan sesuatu dengan
kelikhlasan juga akan terasa manfaatnya.
Selain itu, kita manusia juga
perlu bersikap muraqabbah, yaitu dapat memperlihatkan
dan menghayati kepentingan dan hak Allah dengan memperhitungkan diri sendiri,
berapa banyak kebaikan dan dosa yang telah kita lakukan sebagai perbandingan
supaya terus berhati-hati dalam setiap berbuat dan bertindak.
Ya Allah.. lindungilah kami dari segala penyakit hati.
Amin ya Rabb...
Baca juga : Apa itu sifat husnul khuluq?
