Aktivitas muslimah sebagai seorang istri

01:20

Seorang istri harus menjalankan tugas yang sangat mulia dirumah selaku istri, dimana Islam telah mewajibkan menjalankan tugas itu dengan baik. Ini merupakan salah satu masalah prinsip dalam Islam bagi setiap istri. Mengabaikan hal ini hukumnya dosa dan maksiat kepada Allah serta menyimpangkan rumah tangga muslim dari jalan yang mestinya dilalui.

Wanita berperan memberikan sakan (ketenangan/keharmonisan) bagi suami. Namun tidak akan terwujud kecuali ia melakukan beberapa hal berikut ini. Taat sempurna kepada suaminya dalam perkara yang bukan maksiat bahkan lebih utama daripada melakukan ibadah-ibdah sunnah. Rasulullah SAW bersabda:“Tidak boleh seorang wanita puasa (sunnah) sementara suaminya ada di tempat kecuali setelah mendapat izin suaminya.”

Ketika seorang laki-laki merasa kesulitan, maka sang istrilah yang bisa membantunya. Ketika seorang laki-laki mengalami kegundahan, sang istrilah yang dapat menenangkannya. Dan ketika sang laki-laki mengalami keterpurukan, sang istri lah yang dapat menyemangatinya. Sungguh, tidak ada yang mempunyai pengaruh terbesar bagi seorang suami melainkan sang istri yang dicintainya.

Mengenai hal ini, contohlah apa yang dilakukan oleh teladan kaum Muslimah, Khadijah RA dalam mendampingi Rasulullah di masa awal kenabiannya. Ketika Rasulullah merasa ketakutan terhadap wahyu yang diberikan kepadanya, dan merasa kesulitan, lantas apa yang dikatakan Khadijah kepadanya,“Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Karena sungguh engkau suka menyambung silaturahmi, menanggung kebutuhan orang yang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya, menjamu dan memuliakan tamu dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.” 

Tidak ada pangkat tertinggi melainkan pangkat seorang Nabi, dan tidak ada ujian yang paling berat selain ujian menjadi seorang Nabi. Untuk itu, tidak ada obat penenang bagi Rasulullah dalam mengemban amanah nubuwahnya melainkan istri yang sangat dicintainya. Sampai-sampai ketika Aisyah cemburu kepada Khadijah, dan berkata “Kenapa engkau sering menyebut perempuan berpipi merah itu, padahal Allah telah menggantikannya untukmu dengan yang lebih baik?” Lantas Rasulullah marah dan bersabda: “Bagaimana engkau berkata demikian?  Sungguh dia beriman kepadaku pada saat orang-orang menolakku, dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, dia mendermakan seluruh hartanya untukku pada saat semua orang menolak mambantuku, dan Allah memberiku rizki darinya berupa keturunan.” (HR Ahmad dengan Sanad yang Hasan).

Demikianlah kecintaan Rasulullah kepada Khadijah, dan demikianlah seharusnya bagi seorang wanita muslimah di dalam keluarganya. Tidak ada yang diinginkan bagi seorang suami melainkan seorang istri yang dapat menerimanya apa adanya, percaya dan yakin kepadanya dan selalu membantunya ketika sulitnya.

Inilah peran yang seharusnya dilakukan bagi seorang wanita. Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang perlu dilakukan wanita, akan tetapi menjadi pendamping seorang pemimpin (pemimpin rumah tangga atau lainnya) yang dapat membantu, mengarahkan dan menenangkan adalah hal yang sangat mulia jika di dalamnya berisi ketaatan kepada Allah Ta’ala
Al Hafidz Ibnu Hajar berkata: “Hadits ini menunjukkan lebih ditekankan kepada istri untuk memenuhi hak suami daripada mengerjakan kebajikan yang hukumnya sunnah. Karena hak suami itu wajib sementara menunaikan kewajiban lebih didahulukan daripada menunaikan perkara yang sunnah.”

Menjaga rahasia suami dan kehormatannya dan juga menjaga kehormatan ia sendiri disaat suaminya tidak ada di tempat. Sehingga menumbuhkan kepercayaan suami secara penuh terhadapnya. Menjaga harta suami. Rasulullah bersabda:
Sebaik-baik wanita penunggang unta, adalah wanita yang baik dari kalangan quraisy yang penuh kasih sayang terhadap anaknya dan sangat menjaga apa yang dimiliki oleh suami.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Kewajiban istri merupakan hak suami, begitu pula sebaliknya, hak istri adalah kewajiban suami. Pembicaraan tentang hak suami istri didala Islam sudah sangat dikenal oleh setiap muslim dan muslimah, serta kaum muslimah tidak ada yang berbeda pendapat mengenai hal ini. Hanya saja ada sebagian perempuan yang mengabaikan hak-hak itu, demikian pula halnya dengan sebagian kaum laki-laki. Seandainya mereka bertakwa kepada Allah, gtentu mereka tidak akan mengabaikan hak yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Sandainya pasangan suami istri memiliki komitmen terhadap pasangannya lalu melaksanakan hak dan kewajibannya, niscaya kehidupan rumah tangga dari kehari akan semakin membaik. Untuk menjadi istri yang baik hanya perlu taat kepada suami selama tidak kemaksiatan kepada Allah SWT, dan memelihara hak-haknya, anak-anaknya, hartanya, dan kehormatannya, serta berusaha semampunya agar dirumah, suaminya menemukan kenyamanan dan ketenangan. Semua ini tidaklah mungkin terwujud tanpa berpengang teguh terhadap etika Islam dalam segala persoalan.

Seorang suami yang memahami agamanya dan bertaqwa kepada Tuhannya akan selalu membantu istrinya dalam urusan rumah tangga, dengan meneladani Rasulullah SAW, dimana beliau gemar membantu istri-istrinya, kemudian apabila waktu shalat tiba, beliau segera mengerjakan shalat, sebagaiman riwayat Ummulmukminin, Aisyah RA, ketika dintanya tentang hal ini.

Seorang suami yang muslim juga dituntut dapat menjadi pemimpin yang baik bagi istrinya dan tidak melalaikan sedikit pun hak-hak istrinya yang merupakan kewajibannya, yaitu menjamin tempat tinggal dan nafkah tanpa berlebihan dan sikap sombong, memberikan perhatian kepada istri dan anak-anaknya, dan menyediakan sarana-sarana hiburan yang mereka perlukan dirumah tanpa berlebihan dan congkak.

Seorang istri salihah yang berkomitmen dengan etika Islam dalam berinteraksi dengan suami. Kesetiaan kepadannya akan menjadikan rumah tangganya laksana syurga, tempat suaminya beristirahat dari beratnya tuntutan hidup. Itu merupakan perbuatan yang sangat mulia serta tuntutan dari Rabb dan agamanya atas seorang istri muslimah.

Istri solihah adalah yang tidak pernah berdusta, jika berkata dan dapat dipercaya, diamnya adalah hikmah dan perkataannya adalah hujjah dan pendapatnya sesalu terpakai. Dia adalah tempat bertanya dalam keluarga dan sumber hikmah jika dimintai saran, jika memberi suatu keputusan, ia selalu serius dan tidak ada kesia-siaan. Menghargai yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold silahkan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic silahkan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline silahkan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought silahkan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML silahkan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silahkan parse dulu kodenya pada kotak parser di bawah ini.
Konversi Code
Disqus
Silahkan Berkomentar Dengan